Tuesday, February 22, 2011

Isu yang tersembunyi

بسم الله الر حمن الر حيم

Isu isu yang ditandai merungkaikan  kepelbagaian  saran serta kritik dengan kepelbagaian kiasan yang menujah minda  menilai sejarah  dan budayawan. Peradaban digugah , budaya diratah , malah ada yang parah menggilai serakah mengaibkan  idola  dalam mendemokrasikan kata kata mengikut rentak dan seni yang  tersendiri . Apapun semua itu adalah ragam wacana media bebas yang semakin kental membumikan minda penjarah . Namun masih ada yang gagah menggilai aksara sejarahwan dan menilai kosa kata indah yang terluah dan membenak minda pemimpin pemimpin muda untuk mengamati gerak geri  pendemokarasi sejati . Merincikan noktah bukan jalan yang mudah jika kosa kata dan aksara tidak dipadukan dengan keletah , fitnah dan menjejaki  kebetahan nukilan memanggil  kehadiran pelayar berbayar .
Jesteru titik tolak untuk merincikan semi terus maju kedepan  , kegiuran peradaban diselangi  penjarahan  segelintir komentar yang mendepangkan tangan dijalanan . Kemungkinan memang sudah diyakinkan komentar itu akan terpapar jesteru kebarangkalian  bisa  menentang petualang yang datang untuk sama sama menghadapi hidangan .  Kesantaian ruang media dan jajaran terbentang membolihkan pencinta kedamaian  dengan kepelbagaian rencam membubuhi  ikutan atau ideology kebersamaan .  Tidak kurang juga yang berani lantang menerjah  akal budi kemanusiaan , sisi kemaluan serta jisim keagamaan  , diterjah tanpa  rasa bersalahan dengan keujudan dan fitrah kemanusiaan.
Seandainya kalian patuhi  kerukunan hidup dalam kemasyarakatan , kupasan ini hanya untuk nilai timbang  memikuli beban kebersamaan minda seorang pejuang.  Biarkan petualang itu tergamam dan bungkam  ketirisan dan keterangkuman  tujahan ,  dengarkanlah langkah langkah yang datang ini untuk kalian jejaki dan suluhi agar nanti kalian tidak akan terus  terobsessi  dengan kesenian dan keluhuran budi menghamburkan misteri yang tersembunyi.
Kugamit kalian kesini bukan untuk merincikan semi , tapi demi  kemandirian kalian mengurangkan kelelahan diri  yang pasti kalian sendiri tidak merasainya tanpa simpati akan keluhuran budi ,  hadirkan diri  kalian  untuk menyelidiki dan memahaminya sendiri . 
Jejakku masih baru disini  dan pasti  ada permulaan yang lebih seni jika  jajaran ini  diselami dengan hatibudi  untuk mengenali  jisim  kemanusiaan sejati.  
Kelazatan hidup menujah  keberuntungan kemanusiaan tidak bisa digapai jesteru  dangkalnya AKAL , kebejatan dijalanan menerjah wajah wajah kemanusiaan jesteru  hilangnya rasa MALU , keghairahan memunggah harta dunia  disebabkan kealpaan manusia  mengolah AGAMA . Ini lah rencam yang sebenarnya , kenapa kita harus mengemudikan daya usaha dalam mengharungi waktu dalam perjalanan yang kita sendiri  masih keliru . Jesteru gunakanlah akalmu ,  persiapilah langkah malumu , pelajarilah jisim agamamu.
Soalnya , adakah ILMU  mesti diburu , dipelajari  tanpa sisi sang guru ? Apakah mungkin salah kita tidak mahu berusaha kearah itu atau salahkah asuhan ayah dan ibu yang gagal membungkusi Ilmu  untuk kita mendepani waktu ?

‘Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (wahai Muhammad) sebagai Rasul yang menjadi saksi (yang diterima keterangannya), dan sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman), serta pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar). (Kami mengutusmu (wahai Muhammad) supaya engkau dan umatmu beriman kepada Allah dan RasulNya, dan supaya kamu kuatkan ugamaNya serta memuliakanNya, dan supaya kamu beribadat kepadaNya pada waktu pagi dan petang.’  : al fath 8 - 9

 
‘Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.’  :  ali imran 31


 
Oleh itu, berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan KalimahkalimahNya (Kitab-kitabNya); dan ikutilah dia, supaya kamu beroleh hidayah  petunjuk.’ : al araf 158

 
Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya.  : an nisa 65

 
‘Janganlah kamu jadikan seruan atau panggilan Rasulullah di antara kamu seperti seruan atau panggilan sesama kamu; sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang di antara kamu yang menarik diri ke luar (dari majlis Nabi) secara berselindung dan bersembunyi. Oleh itu, hendaklah mereka yang mengingkari perintahnya, beringat serta berjaga-jaga jangan mereka ditimpa bala bencana, atau ditimpa azab seksa yang tidak terperi sakitnya.’ : an nur 63

 
‘Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara) sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan RasulNya; dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengangkat suara kamu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu menyaringkan suara (dengan lantang) semasa bercakap dengannya sebagaimana setengah kamu menyaringkan suaranya semasa bercakap dengan setengahnya yang lain. (Larangan yang demikian) supaya amal-amal kamu tidak hapus pahalanya, sedang kamu tidak menyedarinya. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya semasa mereka berada di sisi Rasulullah (s.a.w), - merekalah orang-orang yang telah dibersihkan Allah hati mereka untuk bertaqwa; mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar.’ : al hujerat  1 - 3


Umat Islam dan kaum muslimin dituntut untuk memahami ajaran yang diyakininya dengan pemahaman yang benar sesuai dengan yang telah difahami dan dicontohkan oleh As-salafus shalih (para pendahulu umat ini yang shalih) agar dia tidak terperosok ke dalam manhaj dan ajaran yang
sesat dan menyesatkan. Dalam pada itu, pemahaman ajaran dan manhaj Ahluussunnah wal jama’ah harus mendasari keyakinan setiap muslim, sebab dengan ajaran dan manhaj inilah seorang muslim insya Allah akan terjamin dari adzab neraka di akhirat kelak.









No comments:

Utamakan Perpaduan Rakyat Malaysia

Dlm negara yg berbilang kaum dan anutan agama , setiap rakyat Malaysia wajar ada pendirian untuk memperhalusi etika, adab dan sosio budaya y...

FOLLOW THIS